Resources

Blue Fire Pointer

Selasa, 17 April 2012

0 Pemerolehan bahasa

BAB VI
PEMEROLEHAN BAHASA

A. Pemerolehan Bahasa
            Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak seseorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pamannya atau ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dari pembelajaran bahasa ( language learning). Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seseorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua, setelah dia memperoleh bahasa pertamanya . Jadi, pemerolehan berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa kerkenaan dengan bahasa kedua. Namun, banyak juga yang menggunakan istilah pemerolehan bahasa untuk bahasa kedua.
            Ada dua proses yang terjadi ketika seorang kanak-kanak sedang memperoeh bahasa pertamanya, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Kopetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari. Proses kopetensi ini menjadi syrat untuk terjadinya proses performansi yang terdiri dari dua proses,yakni proses pemahaman dan penerbitan atau proses penghasilan kalimat-kalimat.Kedua jenis kompetensi ini apabila telah di kuasai kanak-kanak akan menjadi kemampuan linguistik anak-anak itu.
            Sejalan dengan teori Chomsky(1957,1965), kompetensi itu mencakup tiga buah komponen tata bahasa, yaitu komponen sintaksis , komponen sintaksis dan komponen fonologi. Ketiga komponen tata bahasa ini tidaklah diperoleh secara bersamaan. Hanya untuk memudahkan pembahasan ketiganya dibicarakan satu persatu. Namun, sebelum membicarakan pemerolehan ketiga komponen itu, terlebih dahulu perlu dibicarakan beberapa teori yang berkaitan dengan masalah pemerolehan bahasa itu.

1. Hipotesis Nurani
            Setiap bahasawan (penutur asli suatu bahasa) tentu mampu memahami dan membuat  (menghasilkan, menerbitkan) kalimat-kalimat dalam bahasanya karena dia telah “menuranikan “ atau “menyimpan dalam nuraninya” akan tatabahasanya itu menjadi kopetensi (kecakapan ) bahasanya, hjuga telah menguasai kemampuan-kemampuan performansi(pelaksanaan) bahasa itu.
            Hipotesis NUrani lahir dari beberapa pengamatan yang dilakukan para pakar terhadap pemerolehan bahasa kanak-kanak (Lenneberg, 1967, Chomsky, 1970). Di antara pengamatan itu adalah sebagai berikut;
  1. Semua kanak-kanak yang normal akan memperoleh bahasa ibunya asal saja “diperkenalkan” pada bahasa ibunya itu.
  2. Pemerolehan bahasa tidak ada hubungannya dengan kecerdasan kanak-kanak.
  3. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain,  hanya manusia yang dapat berbahasa.
  4. Proses pemerolehan bahasa oleh kanak-kanak dimanapun sesuai dengan jadual yang erat kaitannya dengan proses pematrangan jiwa kanak-kanak.
Berdasarkan pengamatan diatas bahwa manusia lahir dengan dilengkapi oleh suatu nalat yang memungkinkan dapat bebrbahasa dengan mudah dan cepat. Lalu, karena sukardibuktikan secara empiris, maka pandangan ini mewajibkan suatu hipotesis yang disebut hipotesis nurani.
Mengenai hipotesis nurani ini perlu dibedakan adanya dua mcam hipotesis nurani, yaitu hipotesis nurani bahasa dan hipotesis nurani mekanisme (Simanjutak, 1977). Hipotesis nurani bahasa merupakan satu asumsi yang menyatakkan bahwa sebagian atau semua bagian dari bahasa tidaklah dipelajati atau diperoleh tetapi ditentukan oleh fitur-fitur nurani yang khusus dari organisme manusia.  Sedangkan hipotesis nurani mekanisme menyatakan bahwa proses pemerolehan bahasa  pleh manusia ditentukan oleh perkembangan kognitif umum dan mekanisme nurani umum yang berinteraksi dengan pengalaman .
Mengenai hipotesis nurani bahasa , Chomsky dan Miller (1957) mengatakan adanya alat khusus yang dimiliki setiap kanak-kanak sejak lahir untuk dapat berbahasa. Alat itu namanya language acquisition device (LAD), yang memungkinkan seorang kanak-kanak memperoleh bahasa ibunya. Konsep LAD initelah merangsang penelitian pemerolehan bahasa sampaim ketingkat tinggi. Dalam perkembangan yang terakhir pengkajian pemerolehan bahasa sudah lebih memperhatikan tiga buah unsure yaitu, 1. korpus ucapan, yang kini dianggap berfungsi lebih daripada mengaitkan LAD saja. 2. peranan semantic yang lebih penting daripada sintaksis.3. peranan perkembangan kognisi yang sangat menentukan dalam proses pemerolehan bahasa.
Ucapan satu kata yang mengandung satu frase atau satu kalimat disebut holofrasis. Struktur awal bahasa knak-kanak di seluruh dunia adalah sama, meskipun budaya dan bahasa mereka berbeda. Struktur awal bahasa ini adalah struktur dalam sebelum dikenakan kaidah transformasi. Jadi, jelas bahwa struktur dalam semua bahasa ini adalah sama. Yang berbeda adalah struktur luarnya, yakni setelah melalui rumus-rumus transformasi. Ucapan holofrasis  kanak-kanak ini mmerupakan bukti yangsugestif bahwa sebenarnya pada tahap ucapan satu kata ini kanak-kanak telah mampu menyampaikan makna komunikasi dengan hubungn-hubungan tata bahasa dasar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Recent Comment